PER(JALAN)AN
Selayaknya mobil ditengah kemacetan, melihat sisi kiri lebih lengang seketika mengambil jalur kiri. Kemudian terhentak karena tiba-tiba harus terhenti, sebab padatnya jalur kiri. Tidak lama setelahnya memutuskan untuk kembali ke jalur kanan, dan begitu seterusnya berpindah-pindah mencari celah di keramaian jalan ibu kota.
Begitulah gambaran perjalanan yang dilalui seseorang hanya untuk tiba di tujuan.
Perjalanan yang melelahkan, bukan?
Perjalanan yang melelahkan, bukan?
Jika sesuatu dirasa tidak cukup memuaskan, maka dengan segera kita beralih ke tempat yang dianggap paling baik, paling sesuai bahkan paling menjanjikan. Tidak perduli berapa banyak waktu yang telah disiakan, untuk beralih dari satu tempat menuju tempat lainnya. Hingga tiba di tujuan akhir, barulah kita tersadar bahwa ternyata perjalanan itu hanyalah perjalanan panjang yang melelahkan.
Bahwa beranjak dari suatu tempat karena dipertemukan dengan suatu masalah, ternyata tidak selalu berujung pada penyelesaian.
Kepergiannya hari ini, bukan kepergiannya untuk selamanya.
Sejauh apapun kita berusaha berlari, meninggalkannya, maka semakin jauh pula penyelesaian yang kita dapatkan. Oleh karenanya, cobalah untuk sejenak menyadari.
Bahwa tidak ada hidup yang berlangsung sempurna tanpa kendala. Karena tanpanya, manusia seakan menjadi buta.
Mana yang memang nyata adanya, dan mana yang hanya berada sebagai ilusi belaka?
Masalah mengajarkan kita untuk lebih tegas, memilih jalan apa yang seharusnya di lalui. Juga menyadari bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Maka sebagai makhluk berakal yang taat kepada Tuhannya. Bukankah sudah selayaknya kita patuh akan aturan-aturannya?
Maka mulai dari sekarang, mari kita...
Temukan masalah yang ada dan hadapi itu dengan nyata. Karena melalui itu pula perjalanan yang sesungguhnya akan bermuara.
Per(jalan)an
Segala peristiwa yang terjadi di kehidupan, kecil besar, muda tua, baik buruk, susah mudah, sedih bahagia, dan lain sebagainya.
N. Ath


Komentar
Posting Komentar