Meta-analisis dalam Penelitian
Pada kesempatan kali ini saya selaku mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan
yang sedang mengikuti mata kuliah KSHP (Kapita Selekta Hasil Penelitian)
ditugaskan untuk membahas sebuah topik tentang Meta-analisis. Dimulai dari
pengertiannya, tujuan dilangsungkannya, jenis-jenisnya hingga kepada metodologi
penelitiannya. Namun sebelum mengupas topik tersebut, dibawah ini merupakan
beberapa kalimat pembuka dari saya untuk mengawalinya.
Pengantar
Beberapa waktu lalu tepatnya sebulan sebelum mendapatkan
tugas ini, saya mempelajari tentang istilah baru yakni metakognisi. Saya mendapati
istilah tersebut pada salah satu tugas dari mata kuliah yang juga saya ikuti
pada semester 102 ini yakni, Desain E-Learning.
Pada awalnya saya tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan istilah tersebut,
sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencarinya di buku sumber yang saya
miliki. Barulah saya menemukan bahwa metakognisi merupakan ciri utama dari
konsep tentang ragam pengetahuan yang terdiri dari fakta, konsep, prosedur dan yang
terakhir metakognisi itu sendiri.
Pada awalnya saya mengira bahwa meta-analisis dengan
metakognisi ini memiliki kesamaan persepsi, namun ternyata kedua istilah ini
tidak dapat disamakan dalam penggunaannya. Karena pada kenyataannya terdapat
perbedaan aspek yang ditinjaunya dalam penerapannya. Jika dalam metakognisi
aspek yang diukur adalah peningkatan kemampuan berpikir. Lalu bagaimana dengan
meta-analisis? Berikut adalah penjabaran saya.
Sejarah singkat
Meta
analisis sebagai metode penelitian pertama kali diperkenalkan oleh Karl Pearson
pada tahun 1904 untuk kajian di bidang kesehatan/pengobatan. Namun dalam perkembangannya meta analisis
sebagai jenis dan metode penelitian digunakan untuk mengkaji berbagai masalah atau topik untuk berbagai
keperluan. Dalam dunia pendidikan meta analisis mulai dilakukan sekitar tahun
1970 oleh Gene Glass, Frank L. Schmidt dan John E. Hunter.
Pengertian
Meta-analisis menurut para Ahli
Menurut
Glass tahun 1981 meta-analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan
sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan
mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari
sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya.
Menurut Merriyana tahun 2006 secara sederhana meta-analisis dapat diartikan sebagai analisis
atas analisis. Didalam penelitian, meta-analisis merupakan kajian atas sejumlah
hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Meta-analisis merupakan salah
satu cara membuat rangkuman dari berbagai hasil penelitian secara kuantitatif.
Menurut Barbora tahun 2009 meta-analisis adalah teknik yang digunakan untuk merangkum
berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai dari effect size. Effect size dicari dengan cara mencari selisih rata-rata kelas
eksperimen dengan rata-rata kelas control,
kemudian dibagi dengan standar deviasi kelas kontrol.
Istilah-istilah
Penelitian kuantitatif merupakan sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.
Effect size merupakan perbedaan kejadian atau dampak antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.
Generalisasi
Dengan mengacu pada tiga definisi
meta-analisis yang diungkapkan oleh beberapa Ahli diatas, menurut saya
meta-analisis adalah wujud dari suatu penelitian kuantitatif yang bertujuan
untuk melihat hubungan sebab-akibat dari suatu fenomena dengan melakukan
analisis dari berbagai penelitian sejenis.
Dimana penerapannya diwujudkan
dengan menggabungkan dua hasil penelitian sejenis atau lebih sehingga diperoleh
perpaduan data secara kuantitatif. Dikarenakan penelitian ini hanya menggunakan
hasil-hasil dari penelitian sejenis sebagai data dasar dalam melakukan kajian
dan kesimpulan, maka langkah
yang paling penting dalam penelitian ini adalah pemilihan studi yang
berkualitas. Karena apabila studi yang digunakan dalam meta-analisis tidak
berkualitas, maka tentunya hasil meta-analisis yang merupakan ukuran dari
kombinasi beberapa hasil penelitian pun tidak akan valid.
Selain itu beberapa review dari para
ahli pun membuktikan bahwa kebanyakan peneliti cenderung mempublikasikan hasil yang
positif sebagaimana hasil yang terdapat pada penelitian sebelumnya, daripada
mempublikasikan hasil yang berlawanan. Meski banyak faktor yang mungkin
mendasari peneliti untuk melakukan hal tersebut, namun akan sangat disayangkan
rasanya karena sekalipun penelitian tersebut dilangsungkan hasilnya tidak akan memberikan
manfaat apapun. Oleh karena itu, menjadi lebih selektif terhadap hasil
penelitian dengan tidak terpengaruh pada hasil penelitian sebelumnya merupakan kunci
dari validitas hasil suatu penelitian meta-analisis.
Tujuan Penelitian Meta Analisis
Tujuan
meta-analisis secara umum tidaklah berbeda dengan jenis penelitian pada umumnya,
dimana hasil penelitiannya digunakan untuk mencari kebenaran, menjelaskan
hubungan suatu fenomena dan yang paling penting ialah kebermanfaatannya baik
bagi peneliti yang selanjutnya maupun orang kebanyakan.
Namun
berbeda dengan tujuannya secara umum, terdapat tujuan khusus yang dimiliki oleh
penelitian meta-analisis yang membedakannya dengan penelitian lainnya yakni,
mampu memberikan ketegasan atas penggunaan metodologi yang sama pada tinjauan
pustaka yang dibutuhkan dari suatu penelitian. Seperti yang telah saya
ungkapkan sebelumnya, bahwa penelitian meta-analisis merupakan salah satu upaya
merangkum berbagai hasil penelitian serupa secara kuatitatif. Meski hanya
menggunakan data-data dari hasil penelitian yang sudah ada, kebermaknaan dari
penelitian ini ialah mampu memberikan analisis yang lebih kompleks terkait
kebermanfaatan suatu penelitian. Karena dengan mengkaji ulang suatu data
peneliti berusaha untuk lebih detail melihat adanya kesenjangan dari suatu
variabel dengan variabel lain yang tentunya dapat mempengaruhi hasil
penelitian.
Jenis-jenis
Penelitian Meta-analisis
Sebagaimana perannya penelitian ini bertujuan untuk merangkum
hasil dari berbagai penelitian terdahulu secara kuantitatif, melalui
perbandingan effect size. Mungkin
sebagian besar penelitian mampu diidentifikasi sebagai jenis dari penelitian
meta-analisis. Namun berikut merupakan beberapa penelitian yang saya anggap
paling mendekati dengan tujuan dari penelitian meta-analisis:
· Penelitian
Eksperimental
Mengapa? Karena penelitian
eksperimental dipahami sebagai “upaya peneliti secara sengaja memanipulasi
suatu variabel (dengan maksud untuk memunculkan atau tidak memunculkan suatu
variabel) kemudian memeriksa efek atau akibat yang ditimbulkannya” (Faisal,
2003:24). Tujuan pokok dari “memanipulasi” atau mengontrol variabel tersebut
adalah untuk melihat apakah ada perbedaan dengan adanya kehadiran atau pengaruh
dari suatu variabel atau tidak. Apabila dengan mengontrol pengaruh suatu
variabel kemudian diketahui ada perbedaan terhadap eksistensi variabel yang
lain, maka peneliti dapat mengatakan bahwa kondisi tertentu tersebut terjadi
akibat kehadiran suatu variabel tertentu. Hasil dari penelitian jenis ini cenderung
mengarah pada menerima atau menolak interpretasi secara jelas.
Istilah-istilah
Interpretasi merupakan anggapan atau
gambaran atau persepsi.
· Penelitian
Survei
Mengapa?
Karena penelitian survei merupakan salah satu metode penelitian yang bertujuan
untuk memperoleh gambaran umum terkait karakteristik suatu populasi yang
digambarkan melalui sampel. Melalui pengumpulan karakteristik tersebut peneliti
berusaha untuk menemukan kecocokan dari hasil penelitian sebelumnya dengan
hasil penelitian yang dilakukannya saat ini. Dengan merujuk pada tujuan awal
penelitian meta-analisis, maka penelitian ini mampu digunakan untuk menunjukkan
ada atau tidaknya perbandingan pada effect
size.
· Penelitian Tindakan
Mengapa? Karena penelitian tindakan
adalah suatu bentuk penelitian reflektif juga kolektif yang dilakukan oleh
peneliti untuk meningkatkan suatu situasi di berbagai bidang. Sama halnya
dengan penelitian meta-analisis yang bertujuan untuk menganalisis sejauh mana
kebermanfaatan suatu hasil penelitian terhadap perkembangan saat ini. Maka saya
mengidentifikasinya sebagai jenis dari penelitian yang mampu mendukung
terlaksananya penelitian meta-analisis. Berangkat dari tujuan yang sama yakni
untuk melihat sejauh mana kesenjangan yang terjadi saat ini dengan hasil
penelitian terdahulu sehingga bisa diambil tindakan lebih lanjut untuk memperbaiki
suatu situasi.
Metodologi
Penelitian Meta-analisis
Terdapat empat pendekatan yang saya identifikasi mampu
menjadi bagian dari penerapan penelitian meta-analisis:
·
Vote
Counting (Penghitungan
Suara)
Sebuah
pendekatan yang menerapkan penghitungan suara pada beberapa penelitian. Metodologi
ini diwujudkan sebagai pendekatan eksak untuk mengintegrasikan penelitian.
Meski penggunaan vote-counting ini
kadang kala membingungkan efek treatment
dan ukuran sampel karena signifikansi statistik merupakan fungsi dari keduanya.
Dimana signifikansi tersebut dapat mengarah pada keduanya positif atau justru
sebaliknya (negatif). Oleh karenanya kesimpulan dari penggunaan pendekatan ini
bisa sangat menyesatkan.
·
Classic or Glassian Meta-analysis (Glassian Meta-analisis)
yakni
metodologi yang dilakukan secara konvensional dimulai dari membuat pertanyaan
terkait objek yang akan diteliti, mengumpulkan hasil-hasil penelitian
sebelumnya, menemukan sifat dari penelitian tersebut dan hasilnya kemudian yang
terakhir adalah menganalisis adakah hubungan antar keduanya. Penggunaan
pendekatan ini memudahkan sebagian besar peneliti di bidang pendidikan untuk mengakses
metode dan hasil dari suatu penelitian. Namun dengan adanya kemudahan tersebut,
memberikan dampak tersendiri bagi peneliti yakni hasil penelitian sebagai unit
analisis akan menjadi lebih sulit karena banyaknya perbandingan.
· Study Effect Meta-Analysis (Penelitian Perbandingan Meta-analisis)
Sebuah
pendekatan yang mengubah bentuk Glassian dalam dua cara. Pertama, adanya aturan untuk lebih selektif dalam memilih. Kedua, dikarenakan penelitian ini
merupakan unit analisis maka effect size
dihitung pada setiap penelitian yang dilakukan. Hal ini idlakukan untuk menguji
keakuratan data yang dihasilkan dari suatu penelitian. Meski begitu, penggunaan
pendekatan ini masih mengurangi jumlah titik data yang dianalisis. Hal ini
tentu saja mampu mempengaruhi peneliti dalam pengambilan keputusan dalam
menyimpulkan hasil penelitiannya.
· Test of Homogenity (Uji Homogenitas)
Sebuah
pendekatan yang dikembangakan untuk menentukan adanya kemungkinan bahwa effect sizes merupakan kesalahan dalam
sampling, padahal perbedaan antara keduanya bisa saja terjadi karena adanya
pengukuran yang salah atau jangkauan sampling yang terbatas. Oleh karenanya tes
ini dilakukan untuk menunjukkan perbedaan
antar effect sizes, karena meski
hasilnya menunjukkan adanya perbedaan, perbedaan tersebut tidaklah berarti baik
secara praktis maupun teoritis.
· Psychometric Meta-analysis
Sebuah
pendekatan yang menggabungkan beberapa pendekatan diatas. Dimana pendekatannya
didominasi oleh perkiraan atas dampak dari treatment
baik dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya maupun dampak dari treatment yang akan diberikan oleh
peneliti selanjutnya sesuai dengan kondisi yang diinginkannya. Meski begitu,
dalam penerapannya teknik ini membutuhkan informasi penting dari setiap
penelitian yang dilakukan dari peneliti-peneliti sebelumnya dalam rangka
perbaikan effect sizes yang akurat.
Penutup
Penelitian
meta-analisis merupakan salah satu upaya merangkum hasil-hasil dari penelitian
sejenis yang telah dilakukan sebelumnya secara kuantitatif, melalui perbandingan effect size. Berangkat dari tujuan untuk memudahkan peneliti dalam
melangsungkan penelitiannya, dengan meminimalisasi waktu serta lokasi dari
penelitiannya. Dengan hanya mengumpulkan sejumlah hasil dari berbagai
penelitian sejenis namun diharapkan mampu membantunya membuktikan hasil
penelitian yang baru dan membawa kebermanfaatan bagi banyak pihak. Beberapa
jenis penelitian yang saya identifikasi mampu menjadi bagian dari penelitian
meta-analisis ini ialah Penelitian
Eksperimental, Survey dan
yang terakhir Tindakan.
Melalui sejumlah metodologi dari penelitian meta-analisis yakni Vote Counting, Glassian Meta-Analysis, Test
of Homogenity dan Psychometric Meta-analysis.
Sumber
Sugiyono. 2014. Metodologi Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif dan rasio. Alfabeta: Bandung.
Sandjaja., Heriyanto,
Albertus & Hum, M. 2006. Panduan
Penelitian. Prestasi Pustakaraya: Jakarta.
darzabnintama.blogspot.com/2013/04/penelitian-meta-analisis_1335.html
Secara online pada: 6 April 2015 pukul 17.20
Penggunaan
istilah-istilah diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Secara
online pada kbbi.web.id/ dan diakses pada: 6 April 2015 pukul
17:23
Merriyana,
Rosa. 2006. Meta Analisis Penelitian Alternatif bagi Guru. Jurnal
Pendidikan PENABUR edisi No. 06/Th V/Juni, 2006.

Komentar
Posting Komentar