Disini sibuk, Ditunggu sibuk
Tiada yang salah dengan predikat baik. Meski tidak semua orang berbondong-bondong untuk memilikinya, setidaknya dua dari kita masih menginginkannya.
Disaat wanita lain berbondong-bondong menyibukkan dirinya untuk mempercantik diri. Kita disini, sibuk (memperbaiki diri).
Disaat wanita lain berbondong-bondong menyibukkan dirinya untuk memantaskan diri. Kitapun masih disini, sibuk (memperbaiki diri).
Semuanya di lakukan semata-mata untuk mengejar cinta sejati.
Hah? Cinta sejati katanya. Cinta sejati apa yang membuat kita lupa diri? Mengada-ada yang sesungguhnya tidak ada. Mengiyakan yang sesungguhnya sulit diterima. Setahuku, cinta tak begitu.
Memperbaiki diri tidak selalu diwujudkan dalam bentuk mempercantik diri dan memantaskannya semata-mata karena ia, sang pujaan hati.
Mereka dan kita mungkin punya cara yang berbeda untuk memantaskan diri. Disaat menjadi cantik atau menjadi baik merupakan pilihan dalam menjalani kehidupan.
(Sssst....) Ternyata tidak banyak orang yang memilih menjadi baik. Kebanyakan dari mereka, memilih untuk melalui jalan yang berbeda. Menanggalkan kepintarannya untuk membodohi diri di hadapan para pemberi janji. Merelakan martabatnya untuk merendahkan diri di hadapan para pujangga hati. Sungguh ironi.
Jika menjadi cantik adalah satu-satunya alasan untuk tidak ditinggalkan. Mungkin tak sampai pada waktunya, kupastikan mereka sudah menyerah sebelumnya.
Segala upaya yang mengatas namakan "memantaskan diri", semata-mata untuk dia. Adalah pahala. Adalah keberkahan yang tiada tara. Akan tetapi, haruskah kita mengatas namakan semua perubahan ini hanya kepadanya? Seseorang yang kita panggili pujangga hati.
Lantas, upaya (memperbaiki diri) apa yang telah kita lakukan selama ini? Apapun bentuknya, hanya satu yang kupercaya kebenarannya. Kita tidak mengubah apapun yang selama ini berada dalam takdir. Tidak berupaya mengiyakan yang memang tidak pernah ditemukan. Dan tidak berusaha menerima yang memang sulit untuk diterima.
Jika itu aku, menjadi "terlalu cantik" atau "terlalu baik". Aku pilih yang kedua, untuk alasan yang sama.
N.Ath

Komentar
Posting Komentar