Penikmat Senja


Diantara ubud dan kuta, terbentang pemandangan senja yang membebaskan. Indah, namun berlalu singkat saja. 


Seperti saat saat bersamamu.

Aku melihat kebebasan dari pelupuk mata hingga pijakan kakimu. Namun benakmu? Siapa yang tahu!

Kamu adalah boneka tampan milik orang lain. Sedangkan aku? Hanyalah si penikmat senja yang tak tahu kapan waktunya kembali. 


Tidak seperti puisi yang romantis.

Dari pemuja rahasia kepada idamannya.

Sebab tidak akan kubiarkan itu ada diantara kita.


N.Ath

Komentar

Postingan Populer