Pesan untuk Kesan



"..karena berkesan bukan hanya tentang pertama atau kedua, tapi berulang untuk waktu yang lama.."

Seperti bunyi salah satu ayat pada surat Ar-rahman. Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan. Ayat ini diulang sebanyak 30 kali pada 78 ayat surat Ar-rahman. 

Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan yang berarti 'maka nikmat Tuhan mana lagi yang ingin kamu dustakan'. Merupakan ayat yang jika dimaknai dalam-dalam, cukup mampu menyadarkan kita untuk sejenak keluar dari ketamakan sifat manusia. Keinginan untuk memiliki segalanya dan ketidakpuasan atas segala sesuatu yang sudah ada.

Dalam pengulangannya, Allah SWT tidak memberikan penekanan yang berbeda dari satu ayat menuju ayat lainnya. Allah SWT hanya terus mengulangnya lagi dan lagi, hingga apa yang terjadi? Hampir dari setiap pembaca, memaknai Ar-rahman sebagai Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan. Meski sesungguhnya ayat pada surat Ar-rahman tidak hanya berisi ayat tersebut, sebab masih ada 48 ayat lain yang terkandung didalamnya. 

Mengapa hal ini terjadi? Sebab yang berulang seringkali menjadi penanda adanya makna, dan kebanyakan dari kita cukup peka untuk menyadarinya. Karena kita terdiri atas berbagai indera, yang berfungsi sebagai perasa. 

Namun akankah setiap dari kita sudah memaksimalkan keberadaan indera tersebut? Coba tanyakan pada diri kita masing-masing. Sudahkah kita merasa, selalu ada kesan pada setiap pertemuan atau butuh beberapa kali pengulangan hingga menimbulkan kesan? 

Jika itu saya, saya pilih yang kedua. Karena berkesan bukan hanya tentang pertama atau kedua, tapi berulang untuk waktu yang lama. 

N. Ath

Komentar

Postingan Populer