SIAPA SAYA?


Seberapa jauh Anda mengenal diri?
Seberapa dekat Anda dengan diri?
Seberapa hebat Anda mengendalikan diri?
Apa Anda bisa menjawabnya,
Sekalipun Saya memberikan pilihan jawabannya?
Mungkin beberapa diantara Anda bisa menjawabnya, 
Namun tidak untuk Saya.
Mengapa?
Sayapun tidak tahu jawabnya.
Beberapa orang mengatakan, 
Tidak semua tanya ada jawabnya.
Lantas apakah Saya harus mengikuti alur hidup ini apa adanya?
Tanpa bertanya,
Mengapa Saya harus menjadi Saya?

Disaat usia tidak lagi muda.
Semakin banyak pertanyaan yang Saya ajukan untuk diri Saya.
Mengapa begini? Mengapa begitu?
Haruskah begini? Haruskah begitu?

Jika itu Anda, maka Kita sama.
Jika itu tidak Anda, maka berhenti membaca.
dan jalani hidup Anda yang sempurna.
Karena hanya hidup yang sempurna, 
yang tidak miliki pertanyaan di sepanjang hidupnya.

Saya terus mencari tentang bagaimana seharusnya,
Menjalani hidup penuh tanya atau hanya menerimanya begitu saja.
Tak terasa dua puluh tahun sudah hidup Saya.
Menyadari tak begitu banyak hasilnya.
Apakah hidup Saya sia-sia?
Saya rasa tidak,
Saya hanya belum menemukan alasan yang lebih tepat.
Untuk menggambarkan,
Mengapa Saya tidak hanya akan menjalani hidup apa adanya.

Karena,

Ada kalanya air menjadi komponen yang paling berharga.
Namun ada kalanya pula air menjadi komponen yang paling berbahaya.
Peran air dalam kehidupan Kita.
Bukanlah sesuatu yang harus dicari kebenarannya.
Namun sesuatu yang harus diyakini keberadaannya.
Menjadikan hidup Kita seperti air, mungkin akan baik-baik saja.
Setidaknya hingga Kita menyadari bahwa bukan ini yang sejatinya diinginkan.

Menjadi manusia bukan takdir Kita.
Melainkan plihan Kita.
Menjadi seseorang yang Anda inginkan.
Atau menjadi seseorang yang diinginkan Orang lain.

Maka mulai saat ini,
Jangan berhenti untuk mencari.
Siapa diri Kita yang sebenarnya.

N. Ath

Komentar

Postingan Populer