PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA DAN DAMPAKNYA PADA PENDIDIKAN DI INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
     Masuknya era Globalisasi menghadirkan banyak pembaharuan bagi kehidupan. Bentuk interaksi yang senantiasa dapat diakses dengan mudahnya sehingga memudarkan batas-batas suatu negara. Pembaharuan ini yang kemudian menjadi salah satu pemicu individu untuk bersifat aktif terhadap informasi yang dimilikinya. Berbagai aspek kehidupan mulai tercemar akan era Globalisasi ini. Munculnya sifat hedonisme dan kurangnya filteralisasi informasi menyebabkan manusia lengah dalam menyadari apa yang sebenarnya sedang ia jalani. Inilah yang kemudian menjadi pembahasan saya. Munculnya kesempatan pada era Globalisasi ini memberikan kita, calon teknolog pendidikan peluang dalam menciptakan berbagai pembaharuan bagi pendidikan di Indonesia. Kondisi dimana penggunaan sosial media telah menjadi bagian yang tidak terpisahakan dari diri seseorang. Karena keberadaannya saat ini dianggap sebagai eksistensi diri di lingkungannya.
  Begitu banyaknya pengaruh sosial media terhadap kehidupan bermasyarakat, menyebabkan ketertarikan saya untuk meneliti. Seberapa jauhkah keberadaan sosial media diakui penggunanya mampu memberikan manfaat dalam proses pendidikan? Khususnya pada proses pembelajaran yang sedang saya jalani saat ini, yakni penggunaan sosial media facebook sebagai Forum Group Discussion.
B.   Pertanyaan Survey
“Apakah Forum Group Discussion DIP
termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?
Jika Anda menjawab “YES”, “NO” atau “YES & NO”,
Berikan alasan yang mengacu pada teori Rogers & Reigeluth.”
1.    Hitung dan tabulasi berapa jumlah yang “ngoceh” (menjawab) serta berapa yang “bengong” (tidak                menjawab).
2.    Hitung dan tabulasi dari yang “nyerocos” itu, berapa yang memilih “YES “, “NO” dan “YES &                      NO”.
3.    Kategori/klasifikasi serta hitung frekuensinya berdasarkan alasan yang sama.
     (Sajikan data tersebut dalam bentuk tabel, grafik batang dan diagram 3D).
C.   Tujuan dan Manfaat Hasil Survey
   Mampu meningkatkan keaktifan mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan melalui Forum Group Discussion yang berlangsung selama mata kuliah DIP. Mengacu pada ragam jawaban yang diberikan oleh mahasiswa menunjukkan apakah keberadaan forum ini mampu dikatakan sebagai sebuah inovasi dalam pendidikan berdasarkan teori Inovasi yang dikemukakan oleh Rogers dan Reigeluth.  
D.   Responden Survey
    Data ini diperoleh dari 52 responden selaku mahasiswa aktif mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan, Non-Reguler, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Angkatan 2012.
E.   Teknik Survey
    Mengamati ragam jawaban yang diberikan oleh responden terkait pertanyaan yang telah di post-ing pada Forum Group Discussion DIP. Lalu menghitung serta menganalisis berdasarkan comment yang diberikan responden.
BAB II
PEMBAHASAN
Hasil Survey
     Data ini saya amati sejak tanggal 18-29 Maret 2014 pukul 14.00 WIB. Berdasarkan pertanyaan yang di post-ing pada Forum Group Discussion DIP Facebook, berikut adalah hasil survey yang saya lakukan.
1.    Menghitung Data dan Tabulasi
     Berdasarkan jumlah keaktifan mahasiswa, hasil ini dipereloh:
     48 dari 52 Mahasiswa menjawab.
     4 sisanya tidak menjawab.
TABEL KEAKTIFAN SISWA

KETERANGAN
RESPONDEN
MENJAWAB
48
TIDAK MENJAWAB
4
TOTAL
52
DIAGRAM KEAKTIFAN SISWA
2.    Menghitung Data dan Tabulasi
     Berdasarkan klasifikasi jawaban, hasil ini diperoleh:
     28 Responden menjawab YES&NO
     13 Responden menjawab YES
     7 Responden menjawab NO
TABEL KLASIFIKASI JAWABAN
KETERANGAN JAWABAN
RESPONDEN
YES
13
NO
7
YES & NO
28
TOTAL
48


  



3.    Menghitung Data dan Tabulasi
            Berdasarkan klasifikasi alasan jawaban, hasil ini diperoleh:
TABEL KLASIFIKASI ALASAN JAWABAN
JAWABAN
KLASIFIKASI ALASAN JAWABAN
JUMLAH
YES & NO
Mengacu pada teori Rogers Group Discussion ini Baru, sedangkan mengacu pada teori Reigeluth Group Discussion ini Belum menyeluruh (TIDAK SEMUA SISWA AKTIF) dan Tidak berkelanjutan (FORUM DITUTUP SETELAH MK BERAKHIR).
8
YES & NO
Mengacu pada teori Rogers Group Discussion ini Baru, sedangkan mengacu pada teori Reigeluth Group Discussion ini belum menyeluruh (PROSES PEMBELAJARANNYA BLENDED LEARNING) dan tidak berkelanjutan (FORUM DITUTUP SETELAH MK BERAKHIR).
18
YES & NO
Mengacu pada teori Rogers Group Discussion ini tidak baru (TIDAK SEMUA ORANG MENGANGGAPNYA SEBAGAI HAL BARU), sedangkan mengacu pada teori Reigeluth Group Discussion ini sudah berkelanjutan (DAPAT TERUS DIAKSES).
1
YES
Mengacu pada teori Rogers Group Discussion ini Baru, sedangkan mengacu pada teori Reigeluth Group Discussion ini sudah Menyeluruh (PROSESNYA MELIBATKAN SOSIAL MEDIA) dan Bertujuan (MEMINIMALISIR KEKURANGAN SAAT INI).
10
YES
Mengacu pada teori Rogers Group Discussion ini Baru, sedangkan mengacu pada teori Reigeluth Group Discussion ini sudah Menyeluruh (MENUNTUT KEAKTIFAN SISWA DALAM PROSES BELAJARNYA).
3
NO
Mengacu pada teori Rogers Group Discussion ini Tidak Baru (TIDAK SEMUA ORANG MENGANGGAPNYA SEBAGAI HAL BARU), sedangkan mengacu pada teori Reigeluth Group Discussion ini Tidak berkelanjutan (FORUM DITUTUP SETELAH MK BERAKHIR).
4
NO
Mengacu pada teori Rogers Group Discussion ini Tidak Baru (TIDAK SEMUA ORANG MENGANGGAPNYA SEBAGAI HAL BARU), sedangkan mengacu pada teori Reigeluth Group Discussion ini Belum menyeluruh (TIDAK SEMUA SISWA AKTIF KARENA ADANYA GANGGUAN TEKNIS, JARINGAN INTERNET).
3

WHY
      Berdasarkan pada data yang ditunjukkan 58% responden mengatakan YES&NO terkait keberadaan Facebook sebagai sebuah inovasi dalam pendidikan.
         YES & NO disini mungkin melambangkan keraguan mereka akan keberadaan facebook sebagai sebuah inovasi di dalam pendidikannya. Mengapa begitu? Karena mengacu pada pendapat kedua ahli yakni Rogers dan Reigeluth yang mendeskripsikan inovasi dari perspektif yang berbeda. Meski persepsi yang disampaikan oleh keduanya berlainan, namun bukan berarti bertolak belakang melainkan saling menguatkan satu sama lain. Sehingga apabila diperhatikan keduanya mampu menciptakan sebuah inovasi yang seutuhnya. Responden yang mengakui bahwa keberadaan facebook dalam proses pembelajarannya belum sepenuhnya mampu dikatakan sebagai sebuah inovasi. YES untuk strategi baru pada proses pembelajaran yang dilaluinya, dan NO untuk prosesnya yang tidak berkelanjutan karena akan berakhir setelah MataKuliah DIP ini usai.  
         Sedangkan 27% responden lain mengungkapkan bahwa keberadaan facebook dalam pembelajarannya merupakan sebuah inovasi “YES”. Mengacu kepada kedua teori yang juga diungkapkan oleh Rogers dan Reigeluth. Mereka mengakui bahwa keberadaannya sebagai sosial media yang juga bermanfaat bagi proses pembelajarannya merupakan sebuah inovasi yang diyakini mampu meningkatkan keaktifannya dalam belajar. Memacu rasa keingin tahuan yang besar dan menuntutnya menyelesaikan masalah dalam waktu yang singkat namun harus mampu menghasilkan jawaban yang tepat. 
            Dan 15% responden terakhir mengungkapkan bahwa keberadaan dacebook dalam pembelajarannya bukan sebuah inovasi. Karena kebanyakan diantaranya sudah pernah melalui ini dalam proses pembelajarannya, sehingga tidak ada lagi kebaruan strategi belajar yang diharapkan muncul dari proses ini. Diantaranya juga mengungkapkan bahwa keberadaannya belum dapat dikatakan sebagai sebuah inovasi karena prosesnya yang tidak berkelanjutan, hingga pada kendala-kendala yang sangat mungkin ditemukan dalam penerapannya. Seperti lemahnya jaringan internet atau perangkat elektronik (Gadget) yang tidak dimiliki oleh keseluruhan peserta didik.  
EFFECT
            Dampak dari keberlangsungan belajar melalui Forum Group Discussion menggunakan media sosial Facebook, mungkin dirasakan banyak memberi arti khususnya bagi kami, mahasiswa.  Keberadaannya sangat memudahkan kami dalam mengakses soal-soal yang disajikan dosen. Adanya forum ini juga dipercaya mampu meningkatkan keaktifan kami dalam belajar, terbukti dengan perbedaan suasana belajar mampu membuat kami memberanikan diri untuk mengemukakan pendapat dihadapan dosen dan mahasiswa lain. 
Karena satu hal yang saya yakini kebenarannya adalah.....
“Kondisi atau suasana belajar berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan diri seseorang yang belajar”.

Dan saya percaya bahwa Forum Group Discussion ini mampu memberikan itu. Terbentuknya proses belajar 3E (Enjoyment, Everywhere and Everytime) dimana dalam prosesnya kami tidak lagi dituntut untuk mencari wadah untuk berdiskusi. Menyempatkan waktu untuk berkumpul dan berdiskusi dalam menyelesaikan tugas. Keberadaan forum ini sangat membantu kita untuk membuka wawasan dan memandang suatu pertanyaan/pernyataan dari berbagai perspektif yang berbeda, yakni pendapat yang diposting oleh mahasiswa lain.
            Terlebih lagi keberadaannya saat ini mampu menunjukkan adanya sisi lain dari sosial media, yang tidak hanya mampu digunakan untuk memperluas pertemanan namun juga membuka wawasan kita dalam lingkup pendidikan formal. 
HOW
            Berdasarkan pada data responden yang sebagian besar diantaranya masih menunjukkan adanya keraguan dari pernyataan Keberadaan Facebook dalam proses pembelajaran merupakan sebuah inovasi. Berbagai alasan yang diberikan sudah saya ungkapkan diatas. Apabila ada yang harus diperbaiki mungkin adalah sistem dari penerapan media belajar Facebook itu sendiri. Prosesnya yang masih dipandang tidak berkelanjutan, mungkin dirasa perlu adanya keberlanjutan dari penerapan proses belajar seperti ini. Prosesnya tidak berhenti untuk jangka waktu yang ditentukan, forum ini masih dapat digunakan untuk mendulang informasi dan pengetahuan dari mahasiswa lain. Saya rasa penggunaan media sosial dalam proses pembelajaran perlu ditambahkan kuantitasnya. Selain mampu mengurangi dampak-dampak negatif yang selama ini dihasilkan oleh sosial media. Keberadaannya dalam lingkup pendidikan tentunya mampu mengubah persepsi tersebut. Sehingga tidak hanya menimbulkan efek aktualisasi diri di lingkungan sosial melainkan pula pada lingkungan pendidikannya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
           Penerapan proses pembelajaran menggunakan sosial media (Facebook) tergolong baru di dunia pendidikan. Meski beberapa peserta didik mengakui sudah pernah melalui proses belajar seperti ini, namun tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa ini adalah kali pertamanya mengalami proses belajar melalui media sosial facebook. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses belajar tersebut merupakan sebuah inovasi atau hal baru. Namun tidak dapat dikatakan inovasi, jika keberadaannya belum mampu memberikan manfaat bagi penggunanya. Oleh karena itu, saya mencoba menganalisis kelebihan juga kekurangan yang ada dalam proses belajar ini. Melalui data yang saya kumpulkan pada tanggal 29 Maret lalu saya mendapatkan tiga jenis respon yang diberikan oleh responden. Berikut diantaranya adalah “YES & NO”, “YES”, dan “NO”.
         Berdasarkan data yang dihasilkan masih menunjukkan adanya keraguan pada diri responden terkait penggunaan media sosial facebook sebagai sebuah inovasi dalam pendidikan. Karena mengacu pada teori yang dikemukakan oleh kedua ahli yakni Rogers dan Reigeluth. Sehingga dapat disimpulkan keberadaan Forum Group Discussion pada mata kuliah DIP ini belum dapat dikatakan sebagai sebuah inovasi. Karena seperti berbagai alasan yang sudah saya kemukakan diatas bahwa dalam penerapannya tidak dilakukan secara berkelanjutan. Hanya berlangsung selama mata kuliah dan berakhir pada saat mata kuliah usai. Faktor lain yang juga memicu keraguan mereka adalah kurangnya perhatian, khususnya pada mereka yang juga mengikuti proses pembelajaran ini namun masih menemui beberapa kendala seperti tidak adanya fasilitas perangkat elektronik (Gadget). Karena keberadaannya menjadi alat yang sangat vital dalam penerapan proses belajar ini. Tanpa adanya komponen tersebut, kesulitan mungkin akan ditemui olehnya. Juga kendala-kendala seperti lemahnya jaringan internet, namun kendala ini dipercaya masih mampu diatasi karena seiring dengan perkembangan zaman. Semakin banyak kawasan-kawasan yang ada disekitar kita sudah menyediakan wifi
Saran
        Mungkin berbagai kecanggihan mampu dilakukan untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Namun kecanggihan teknologi yang berkembang seiring zaman belum tentu mampu menentukan tingkat keberhasilan seseorang, khususnya dalam pendidikan. Proses pendidikan adalah hal yang dirasa perlu mendapatkan perhatian yang lebih banyak dari aspek lain dalam kehidupan. Kemunculan media sosial Facebook sebagai media pembelajaran dapat dikatakan sebagai sebuah hal baru dalam dunia pendidikan. Mengacu pada teori Rogers dan Reigeluth beberapa ciri dan syarat inovasi sudah terkandung didalamnya, apabila ada yang perlu diperbaiki mungkin terletak pada penerapan prosesnya yang harusnya mampu dikondisikan hingga waktu yang tidak terbatas (Berkelanjutan).
            Meski berbagai pembaharuan telah senantiasa dilakukan untuk menunjukkan perubahan, semua ini  tidak akan terwujud tanpa adanya dorongan perubahan dari dalam diri sendiri. Adanya keinginan untuk turut berperan aktif dalam berdiskusi di Forum Group Discussion yang telah difasilitasi untuk mewadahi mahasiswa dalam berdiskusi dan mengemukakan pendapatnya.  Sehingga berdampak pada pembentukkan diri yang lebih percaya diri dengan mampu mengemukakan pendapat dan memandang sesuatu dari berbagai perspektif yang berbeda. Dan pada akhirnya mampu menjadi pribadi yang tidak hanya menjadi pengguna dari sebuah akun sosialnya melainkan pencipta dari apa yang digunakan oleh orang banyak.

From User to Creator.
  
 DAFTAR PUSTAKA
 https://www.facebook.com/groups/538450156254109/



Komentar

Postingan Populer